Pages

▼

Rabu, 25 Januari 2012

" Menyembunyikan Tangisan Karena Allah "

A’masyi berkata, “Hudzaifah menangis dalam shalatnya, ketika selesai dia menoleh ke belakang, ternyata ada seseorang dibelakangnya, dia berkata, ‘Jangan kau ceritakan kejadian ini kepada siapapun.”

Dari Bastham bin Huraits berkata, “Ayyub (Ayyub bin Abi Tamimah Al-Sikhtiyani-pent) pernah merasa terenyuh dan airmatanya mulai mengalir. Namun dia berusaha menyembunyikannya dari para sahabatnya dengan memegang hidungnya seakan sedang pilek (dalam riwayat lain, sambil dia berkata, ‘Alangkah beratnya pilek ini’). Jika dia tidak sanggup menahan isak tangisnya, dia pun berdiri.”

Dari Rabi’ bin Shabih, ketika Hasan sedang memberikan nasehat, ada seseorang yang menangis. Hasan berkata, “Sungguh Allah akan menanyakanmu di hari Kiamat kelak, apa yang kau inginkan dari perbuatanmu itu?”

Hasan bin Rabi’ berkata, “Bila Ibnu Mubarak merasa tersentuh hatinya dan tidak mau jika hal itu diketahui orang lain, dia langsung berdiri atau mengalihkan pembicaraan.”

Ma’mar berkata, “Ada seseorang yang menangis di samping Hasan, diapun berkata, ‘Pernah ada orang yang bila dia menangis maka teman sebelahnya tidak mengetahui hal itu.”

Muhammad bin Wasi’ berkata, “Aku telah bergaul dengan bermacam manusia. Diantara mereka ada yang tidur bersama istrinya diatas satu bantal, bantal itu pun basah karena tangisannya, namun sang istri tak menyadari hal itu. Banyak juga yang shalat berjamaah lalu airmatanya mengalir di pipinya sedang orang yang disebelahnya tidak mengetahui.”

(Al-Khasyyah wal Buka, oleh Shalih bin Shuwailih Al-Hasawi)

Silakan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://alqiyamah.wordpress.com/2010/05/04/tetesan-air-mata-surga/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar