Al Hasan al Bashri mengatakan, “Sesungguhnya al Qur’an ini dibaca oleh budak dan anak-anak. Mereka tidak mengetahui kandungan maknanya. Allah berfirman yang artinya, “(al Qur’an) adalah kitab penuh kebaikan yang Kami turunkan kepadamu supaya mereka merenungkan kandungan ayat ayatnya” [QS Shad:29]. Mereka tidak merenungkan kandungan ayat ayatnya dengan mengikutinya setelah mengetahui isi kandungannya. Demi Allah, bukanlah ahli Quran orang yang menunaikan hak huruf-hurufnya namun tidak mengindahkan aturannya. Sungguh ada orang yang mengatakan, “Kubaca al Qur’an seluruhnya dengan hafalan dan tidak ada satupun huruf yang terlewatkan”. Padahal sungguh Demi Allah seluruh al Quran itu hilang dari dirinya karena al Quran tidaklah nampak pada akhlak dan amaliah kesehariannya. Ada juga yang mengatakan, “Sungguh aku bisa membaca satu surat [yaitu al Fatihah, pent] dengan satu napas”. Padahal demi Allah, bukanlah mereka pembaca al Quran sejati, bukan pula ulama atau pun ahli hikmah ataupun orang yang wara [hati-hati dari hal yang tidak halal, pent]. Sejak kapankah pembaca atau penghafal al Quran itu standarnya seperti mereka?! Moga Allah tidak memperbanyak manusia semisal mereka di tengah-tengah masyarakat” [Diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dalam kitabnya az Zuhd no 793 dan al Ajurri dalam Akhlak Hamalatul Qur'an no 32].
Silakan membaca langsung dari sumbernya di sini.
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Maret 2012
Selasa, 06 Desember 2011
Keluarga Penyejuk Pandangan Mata
Allah Ta’ala memuji hamba-hamba-Nya yang bertakwa ketika mereka mengucapkan permohonan ini kepada-Nya, dalam firman-Nya,
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
“Dan (mereka adalah) orang-orang yang berdoa: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqan: 74).
Imam Hasan Al-Bashri ketika ditanya tentang makna ayat di atas, beliau berkata, “Allah akan memperlihatkan kepada hamba-Nya yang beriman pada diri istri, saudara dan orang-orang yang dicintainya ketaatan (mereka) kepada Allah, demi Allah tidak ada sesuatupun yang lebih menyejukkan pandangan mata seorang muslim dari pada ketika dia melihat anak, cucu, saudara dan orang-orang yang dicintainya taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Dinukil oleh Ibnu Katsir dalam tafsir beliau, 3/439).
Silakan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://manisnyaiman.com/dayyuts-kepala-keluarga-yang-buruk-seri-2/
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
“Dan (mereka adalah) orang-orang yang berdoa: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqan: 74).
Imam Hasan Al-Bashri ketika ditanya tentang makna ayat di atas, beliau berkata, “Allah akan memperlihatkan kepada hamba-Nya yang beriman pada diri istri, saudara dan orang-orang yang dicintainya ketaatan (mereka) kepada Allah, demi Allah tidak ada sesuatupun yang lebih menyejukkan pandangan mata seorang muslim dari pada ketika dia melihat anak, cucu, saudara dan orang-orang yang dicintainya taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Dinukil oleh Ibnu Katsir dalam tafsir beliau, 3/439).
Silakan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://manisnyaiman.com/dayyuts-kepala-keluarga-yang-buruk-seri-2/
Labels:
Al-Qur'an
Kamis, 29 September 2011
" Wahai Orang Tua, Ajarkanlah Anakmu Al-Qur'an! "
Diriwayatkan dari Buraidah bin Hushaib radhiyallahu anhu ia berkata: “Pernah ketika aku sedang berada di sisi Rasulullah shalallahu alaihi wa Sallam maka aku pernah mendengar beliau bersabda,
“Al-Qur’an itu akan menemui ahlinya pada hari kiamat ketika kubur telah terbelah seperti seorang laki-laki yang berwajah putih berseri. Ia berkata pada laki-laki tadi,”Apakah kamu mengenaliku?” dia menjawab,”Aku tidak mengenalimu” Ia berkata,”Aku adalah temanmu, Al-Qur’an yang dulu selalu membuat kering tenggorokanmu di siang hari dan begadang di malam hari. Dan setiap pedagang tentulah mengharapkan keuntungan dari barang dagangannya, dan kamu pada hari ini mendapatkan keuntungan dari usahamu.”Kemudian diberikan untuknya kerajaan di tangan kanannya dan keabadian (surga) di tangan kirinya, di letakkan mahkota kebesaran di kepalanya, dan dikenakan bagi kedua orangtuanya dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi. Keduanya berkata: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu” Kemudian diperintahkan kepadanya, Bacalah (Al-Qur’an) dan naikilah tangga-tangga surga dan masuklah ke kamar-kamarnya” Maka dia terus naik (derajatnya) selama dia membacanya dengan cepat atau dengan cara tartil (perlahan-lahan)” (Hadits riwayat Ahmad dalam kitab Al-Musnad, 5/238 )
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://jilbab.or.id/archives/508-wahai-anakku-kami-menginginkan-pahala-itu/
“Al-Qur’an itu akan menemui ahlinya pada hari kiamat ketika kubur telah terbelah seperti seorang laki-laki yang berwajah putih berseri. Ia berkata pada laki-laki tadi,”Apakah kamu mengenaliku?” dia menjawab,”Aku tidak mengenalimu” Ia berkata,”Aku adalah temanmu, Al-Qur’an yang dulu selalu membuat kering tenggorokanmu di siang hari dan begadang di malam hari. Dan setiap pedagang tentulah mengharapkan keuntungan dari barang dagangannya, dan kamu pada hari ini mendapatkan keuntungan dari usahamu.”Kemudian diberikan untuknya kerajaan di tangan kanannya dan keabadian (surga) di tangan kirinya, di letakkan mahkota kebesaran di kepalanya, dan dikenakan bagi kedua orangtuanya dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi. Keduanya berkata: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu” Kemudian diperintahkan kepadanya, Bacalah (Al-Qur’an) dan naikilah tangga-tangga surga dan masuklah ke kamar-kamarnya” Maka dia terus naik (derajatnya) selama dia membacanya dengan cepat atau dengan cara tartil (perlahan-lahan)” (Hadits riwayat Ahmad dalam kitab Al-Musnad, 5/238 )
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://jilbab.or.id/archives/508-wahai-anakku-kami-menginginkan-pahala-itu/
Labels:
Al-Qur'an
Kamis, 22 September 2011
Diangkatnya Al-Qur'an
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sungguh Al-Qur’an akan diambil di tengah-tengah kalian diwaktu malam hari, lalu akan hilang dari dada kalian dan tidak akan tertinggal sedikitpun dari ayatnya di dunia in." (Dari Ibnu Mas’ud dan Hudzaifah secara marfu’ dalam riwayat Ibnu Majah, shahih menurut Al-Albani)
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://www.almanshuroh.or.id/2011/06/30-belumkah-datang-waktunya-bagi-orang-yang-beriman-untuk-mengingat-alloh-dengan-mempelajari-makna-al-quran/
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://www.almanshuroh.or.id/2011/06/30-belumkah-datang-waktunya-bagi-orang-yang-beriman-untuk-mengingat-alloh-dengan-mempelajari-makna-al-quran/
Labels:
Al-Qur'an
Jumat, 01 Juli 2011
Sedekah Dengan Al Qur'an
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ
“Orang yang mengeraskan bacaan Al Qur’an sama halnya dengan orang yang terang-terangan dalam bersedekah. Orang yang melirihkan bacaan Al Qur’an sama halnya dengan orang yang sembunyi-sembunyi dalam bersedekah.”[HR. Abu Daud no. 1333 dan At Tirmidzi no. 2919, dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al Juhaniy. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://www.rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2784-tanda-ikhlas-berusaha-menyembunyikan-amalan-.html
الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ
“Orang yang mengeraskan bacaan Al Qur’an sama halnya dengan orang yang terang-terangan dalam bersedekah. Orang yang melirihkan bacaan Al Qur’an sama halnya dengan orang yang sembunyi-sembunyi dalam bersedekah.”[HR. Abu Daud no. 1333 dan At Tirmidzi no. 2919, dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al Juhaniy. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://www.rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2784-tanda-ikhlas-berusaha-menyembunyikan-amalan-.html
Labels:
Al-Qur'an
Rabu, 19 Januari 2011
Ulama Salaf & Al Qur'an
Beberapa sahabat Waki’ yang pernah bermulazamah dengannya mengatakan bahwa Waki’ tidak tidur sebelum menyelesaikan bacaan Qur’annya yang sepertiga Qur’an setiap malamnya. Waki’ bangun di akhir malam, membaca surat-surat pendek lalu duduk dan beristighfar sampai terbit fajar. (IX/148-149)
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Labels:
Al-Qur'an
Khatam Al Qur'an Setiap Jum'at
Abu ‘Aliyah berkata : Kami dulu adalah budak, di antara kami ada yang melaksanakan tugas dan ada juga yang membantu keluarganya. Kami terbiasa mengkhatamkan al-Qur’an setiap malam. Kami merasa terbebani karenanya, sehingga kami saling mengadu. Maka kami menemui para Sahabat. Mereka berpesan kepada kami agar mengkhatamkannya setiap Jum’at. Akhirnya kami bisa shalat, bisa tidur dan tidak lagi merasa berat. (IV/209)
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Labels:
Al-Qur'an
Mengimani Al Qur'an
Hasan al-Bashri berkata : Wahai anak Adam, Demi Allah jika kamu membaca al Qur’an lalu beriman kepadanya, kesedihanmu di dunia ini akan bertambah panjang, rasa takutmu (kepada Allah) akan menghebat dan tangismu akan bertambah banyak. (IV/575)
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Labels:
Al-Qur'an
Tidak Lebih Dari Sepuluh Ayat
Ibnu Mas’ud berkata : Kami belajar al-Qur’an dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sepuluh ayat, kami tidak menambah sepuluh ayat sesudahnya sampai kami memahami apa-apa yang ada pada sepuluh ayat pertama, yaitu ilmu (I/490). Dalam riwayat lain : Adalah seorang di antara kami, jika belajar sepuluh ayat, tidak menambah ayat selanjutnya sampai ia memahaminya dan beramal dengannya. (Tafsir Thabari I/35 dengan sanad hasan)
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Labels:
Al-Qur'an
Ulama Salaf & Al Qur'an
Dari Jundub bin Ka’ab berkata : Kami anak-anak muda belia di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kami belajar Iman sebelum mempelajari al-Qur’an, kemudian kami baru belajar al-Qur’an. Sehingga iman kami bertambah karena al-Qur’an. (Ahmad, Ibnu Majah, Thabrany, rijalnya tsiqah III/175)
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Labels:
Al-Qur'an
Rabu, 13 Oktober 2010
Melembutkan Hati Dengan Tadabbur Al-Qur'an
Wahb bin Al-Wird berkata: "Kami timbang-timbang perkataan ini. Maka tidak ada sesuatu yang kami temukan lebih halus untuk qalbu dan lebih dapat mengantarkan kebenaran daripada membaca Al-Quran bagi orang yang mentadabburinya." (Risaalah Fii Dzammi Qaswatil Qalbi, karangan Ibnu Rajab Al-Hanbaliy)
Sumber:
Majalah AKHWAT Edisi Perdana (Vol.1/2010/1431)
Sumber:
Majalah AKHWAT Edisi Perdana (Vol.1/2010/1431)
Labels:
Al-Qur'an
Wasiat Tentang Al-Qur'an
Sahabat yang mulia Ibnu Mas'ud radhiallahu'anhu berwasiat tentang Al-Qur’an,
لا تنثروه نثر الدقل، ولا تهزوه هز الشعر، قفوا عند عجائبه، وحركوا به القلوب
“Janganlah kalian membacanya dengan cepat (tanpa mentadabburi maknanya) sebagaimana dibuangnya ad-daql (korma yang jelek yang dibuang bertaburan), dan janganlah menyenandungkannya seperti senandung sya’ir, berhentilah pada keajaiban-keajaibannya dan gerakkanlah hati.”
[Mushshannaf Ibni Abi Syaibah 2/256 no 8733, Al-Baihaqi di As-Syu’ab 2/360 no 2041]
Sumber:
http://firanda.com/index.php/artikel/wejangan/27-wasiat-ibnu-masud-1-qkalau-kalian-mengetahui-dosa-dosaku-maka-tidak-akan-ada-dua-orang-yang-berjalan-di-belakangkuq-
لا تنثروه نثر الدقل، ولا تهزوه هز الشعر، قفوا عند عجائبه، وحركوا به القلوب
“Janganlah kalian membacanya dengan cepat (tanpa mentadabburi maknanya) sebagaimana dibuangnya ad-daql (korma yang jelek yang dibuang bertaburan), dan janganlah menyenandungkannya seperti senandung sya’ir, berhentilah pada keajaiban-keajaibannya dan gerakkanlah hati.”
[Mushshannaf Ibni Abi Syaibah 2/256 no 8733, Al-Baihaqi di As-Syu’ab 2/360 no 2041]
Sumber:
http://firanda.com/index.php/artikel/wejangan/27-wasiat-ibnu-masud-1-qkalau-kalian-mengetahui-dosa-dosaku-maka-tidak-akan-ada-dua-orang-yang-berjalan-di-belakangkuq-
Labels:
Al-Qur'an
Sabtu, 02 Oktober 2010
APABILA HARI KIAMAT TELAH DATANG
Untukmu Perindu Akhirat
فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى. يَوْمَ يَتَذَكَّرُ اْلإِنْسَانُ مَا سَعَى. وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَرَى. فَأَمَّا مَنْ طَغَى. وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. فَإِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوَى. وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى. فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى
“Maka apabila hari kiamat telah datang. Pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya. Dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya, dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (An-Nazi’at: 34-41)
Sumber:
www.asysyariah.com
فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى. يَوْمَ يَتَذَكَّرُ اْلإِنْسَانُ مَا سَعَى. وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَرَى. فَأَمَّا مَنْ طَغَى. وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. فَإِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوَى. وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى. فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى
“Maka apabila hari kiamat telah datang. Pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya. Dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya, dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (An-Nazi’at: 34-41)
Sumber:
www.asysyariah.com
Labels:
Al-Qur'an
Rabu, 25 Agustus 2010
QS. Ad-Dukhan 3-4 (Keutamaan Malam Lailatul Qadar)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44]: 3-4)
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44]: 3-4)
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html
Senin, 23 Agustus 2010
QS. Fushshilat : 30 (Istiqamahlah)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُون
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan; Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah akan turun kepada mereka para malaikat seraya mengatakan; Janganlah kalian takut dan jangan sedih, dan bergembiralah dengan surga yang dijanjikan kepada kalian.” (QS. Fusshilat : 30).
http://abumushlih.com/anugerah-yang-terindah.html/
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُون
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan; Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah akan turun kepada mereka para malaikat seraya mengatakan; Janganlah kalian takut dan jangan sedih, dan bergembiralah dengan surga yang dijanjikan kepada kalian.” (QS. Fusshilat : 30).
http://abumushlih.com/anugerah-yang-terindah.html/
Labels:
Al-Qur'an
QS. Al-Hujurat : 12 (Jauhi Ghibah)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)
http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/3162-sibuk-memikirkan-aib-sendiri.html
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)
http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/3162-sibuk-memikirkan-aib-sendiri.html
Labels:
Al-Qur'an
Sabtu, 14 Agustus 2010
QS. Al-Ahzab : 36 (Kewajiban Menjadikan Rasulullah Sebagai Hakim)
Allah ta’ala berfirman,
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
“Tidaklah layak bagi seorang yang beriman, lelaki dan perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu perkara ternyata masih ada bagi mereka pilihan yang lain dalam urusan mereka. Barang siapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (QS. al-Ahzab: 36)
http://abumushlih.com/buah-ikhlas-dan-ittiba.html/
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
“Tidaklah layak bagi seorang yang beriman, lelaki dan perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu perkara ternyata masih ada bagi mereka pilihan yang lain dalam urusan mereka. Barang siapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (QS. al-Ahzab: 36)
http://abumushlih.com/buah-ikhlas-dan-ittiba.html/
Labels:
Al-Qur'an
QS. An-Nisa : 65 (Kewajiban Menjadikan Rasulullah Sebagai Hakim)
Allah ta’ala berfirman,
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Maka demi Rabbmu, sekali-kali mereka belumlah beriman sampai mereka menjadikanmu (hai Muhammad) sebagai hakim di dalam perselisihan yang terjadi di antara mereka, kemudian mereka tidak mendapati rasa berat di dalam hati mereka, dan mereka pun pasrah dengan sepenuhnya.” (QS. an-Nisa’: 65)
http://abumushlih.com/buah-ikhlas-dan-ittiba.html/
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Maka demi Rabbmu, sekali-kali mereka belumlah beriman sampai mereka menjadikanmu (hai Muhammad) sebagai hakim di dalam perselisihan yang terjadi di antara mereka, kemudian mereka tidak mendapati rasa berat di dalam hati mereka, dan mereka pun pasrah dengan sepenuhnya.” (QS. an-Nisa’: 65)
http://abumushlih.com/buah-ikhlas-dan-ittiba.html/
Labels:
Al-Qur'an
Jumat, 13 Agustus 2010
QS. Al-Hadid : 18 (Balasan Bagi Yang Bersedekah)
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18)
http://muslim.or.id/ramadhan/dahsyatnya-sedekah-di-bulan-ramadhan.html
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18)
http://muslim.or.id/ramadhan/dahsyatnya-sedekah-di-bulan-ramadhan.html
Labels:
Al-Qur'an
Minggu, 08 Agustus 2010
Wasiat Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu Tentang Al-Qur'an
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu berwasiat tentang Al-Qur’an,
لا تنثروه نثر الدقل، ولا تهزوه هز الشعر، قفوا عند عجائبه، وحركوا به القلوب
“Janganlah kalian membacanya dengan cepat (tanpa mentadabburi maknanya) sebagaimana dibuangnya ad-daql (korma yang jelek yang dibuang bertaburan, dan janganlah menyenandungkannya seperti senandung sya’ir, berhentilah pada keajaiban-keajaibannya dan gerakkanlah hati”.
[Mushannaf Ibni Abi Syaibah 2/256 no 8733, Al-Baihaqi di As-Syu’ab 2/360 no 2041]
http://abumushlih.com/seandainya-kalian-tahu-dosa-dosaku.html/
لا تنثروه نثر الدقل، ولا تهزوه هز الشعر، قفوا عند عجائبه، وحركوا به القلوب
“Janganlah kalian membacanya dengan cepat (tanpa mentadabburi maknanya) sebagaimana dibuangnya ad-daql (korma yang jelek yang dibuang bertaburan, dan janganlah menyenandungkannya seperti senandung sya’ir, berhentilah pada keajaiban-keajaibannya dan gerakkanlah hati”.
[Mushannaf Ibni Abi Syaibah 2/256 no 8733, Al-Baihaqi di As-Syu’ab 2/360 no 2041]
http://abumushlih.com/seandainya-kalian-tahu-dosa-dosaku.html/
Labels:
Al-Qur'an
Langganan:
Postingan (Atom)