Pages

Tampilkan postingan dengan label Qana'ah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qana'ah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2011

QANA'AH, HARTA YANG TIDAK AKAN LEKANG

Umar radhilallahu ‘anhu pernah berpesan dalam salah satu khutbahnya,

تَعْلَمُونَ أَنَّ الطَّمَعَ فَقْرٌ، وَأَنَّ الْإِيَاسَ غِنًى، وَإِنَّهُ مَنْ أَيِسَ مِمَّا عِنْدَ النَّاسِ اسْتَغْنَى عَنْهُمْ

“Tahukah kalian sesungguhnya ketamakan itulah kefakiran dan sesungguhnya tidak berangan-angan panjang merupakan kekayaan. Barangsiapa yang tidak berangan-angan memiliki apa yang ada di tangan manusia, niscaya dirinya tidak butuh kepada mereka” [HR. Ibnu al-Mubarak dalam az-Zuhd: 631].

Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu pernah berwasiat kepada putranya, “Wahai putraku, jika dirimu hendak mencari kekayaan, carilah dia dengan qana’ah, karena qana’ah merupakan harta yang tidak akan lekang” [Uyun al-Akhbar : 3/207].

Abu Hazim az-Zahid pernah ditanya,

مَا مَالُكَ؟

“Apa hartamu”,

beliau menjawab,

لِي مَالَانِ لَا أَخْشَى مَعَهُمَا الْفَقْرَ: الثِّقَةُ بِاللَّهِ، وَالْيَأْسُ مِمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ

“Saya memiliki dua harta dan dengan keduanya saya tidak takut miskin. Keduanya adalah ats-tsiqqatu billah (yakin kepada Allah atas rezeki yang dibagikan) dan tidak mengharapkan harta yang dimiliki oleh orang lain [Diriwayatkan Ad Dainuri dalam Al Mujalasah (963); Abu Nu'aim dalam Al Hilyah 3/231-232].

Sebagian ahli hikmah pernah ditanya, “Apakah kekayaan itu?” Dia menjawab, “Minimnya angan-anganmu dan engkau ridha terhadap rezeki yang mencukupimu” [Ihya ‘Ulum ad-Diin 3/212].

Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/7-faedah-qonaah.html

Minggu, 15 Mei 2011

" Keberuntungan Seorang Muslim "

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan kepadanya” [HSR Muslim (no. 1054)].

Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
www.muslim.or.id (Keutamaan Sifat Qona'ah)

Kamis, 17 Maret 2011

" Antara Si Fakir & Si Kaya "

Sungguh indah apa yang diucapkan Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, “Para pemilik harta makan dan kami juga makan, mereka minum dan kami juga minum, mereka berpakaian kami juga berpakaian, mereka naik kendaraan dan kami pun naik kendaraan. Mereka memiliki kelebihan harta yang mereka lihat dan dilihat juga oleh selain mereka, lalu mereka menemui hisab atas harta itu sedang kita terbebas darinya.”

"Al-Qana’ah, mafhumuha, manafi’uha, ath-thariq ilaiha" halaman 24-30, Ibrahim bin Muhammad al-Haqiil.


Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://ummusalma.wordpress.com/2007/02/19/jalan-menuju-qanaah/

Sabtu, 18 September 2010

" Qana'ah, Kekayaan Yang Sebenarnya "

Imam Ibnu Qudamah al Maqdisi rahimahullah berkata: “Ketahuilah bahwa kemiskinan itu terpuji. Namun, sepantasnya orang yang miskin itu bersifat qana’ah, tidak berharap kepada makhluk, tidak menginginkan barang yang berada di tangan orang, dan tidak rakus mencari harta dengan segala cara. Semua tidak mungkin dilakukan, kecuali dia qana’ah dengan ukuran minimal terhadap makanan dan pakaian.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin halaman 256, dengan komentar dan tahrij hadits Syaikh Ali al Halabi, Penerbit Dar ‘Ammar, Amman, Yordania).

Sumber:
http://alqiyamah.wordpress.com/2009/10/26/bertahan-hidup-di-masa-sulit/

Minggu, 11 Juli 2010

" Qana'ah Terhadap Dunia "

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu. Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Muslim no. 2963)

Sumber:
http://www.rumaysho.com/belajar-islam/akhlak/3046-13-akhlak-utama-salafush-sholih.html

" Kekayaan Yang Hakiki "

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Sumber:
http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3001-doa-meminta-ketakwaan-dan-sifat-qonaah.html