Pada suatu saat sampai berita kepada Abu Bakar tentang pujian orang-orang terhadap dirinya. Maka beliau pun berdoa kepada Allah, “Ya Allah. Engkau lah yang lebih mengetahui diriku daripada aku sendiri. Dan aku lebih mengetahui diriku daripada mereka. Oleh sebab itu ya Allah, jadikanlah aku lebih baik daripada yang mereka kira. Dan janganlah Kau siksa aku karena akibat ucapan mereka. Dan ampunilah aku dengan kasih sayang-Mu atas segala sesuatu yang tidak mereka ketahui.” (Kitab Az Zuhd Nu’aim bin Hamad, dinukil dari Ma’alim fi Thariq Thalabil ‘Ilmi, halaman 119)
Pada suatu ketika sampai berita kepada Imam Ahmad bahwa orang-orang mendoakan kebaikan untuknya, maka beliau berkata, “Semoga saja, ini bukanlah bentuk istidraj (yang membuatku lupa diri).” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim fii Thariq Thalabil ‘Ilmi, halaman 22)
Begitu pula ketika salah seorang muridnya mengabarkan pujian orang-orang kepada beliau, maka Imam Ahmad mengatakan kepada si murid, “Wahai Abu Bakar. Apabila seseorang telah mengenali hakikat dirinya sendiri maka ucapan orang tidak akan berguna baginya.” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim fii Thariq Thalabil ‘Ilmi, halaman 22)
Di dalam biografi Ayyub As Sikhtiyani disebutkan oleh Syu’bah bahwa Ayyub mengatakan, “Aku sering disebut orang, namun aku tidak senang disebut-sebut.” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim fii Thariq Thalabil ‘Ilmi, halaman 22)
Seorang ulama mengatakan, “Orang yang benar-benar berakal adalah yang mengenali hakikat dirinya sendiri serta tidak terpedaya oleh pujian orang-orang yang tidak mengerti hakikat dirinya” (Dzail Thabaqat Hanabilah, dinukil dari Ma’alim fi Thariq Thalabil ‘Ilmi, halaman 118)
Silakan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://muslim.or.id/hadits/ikhlas-dalam-beramal.html
Tampilkan postingan dengan label Ghurur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ghurur. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 Januari 2012
Kamis, 19 Mei 2011
Buta Dari Aib Sendiri
Sariy As Saqathi (253 H) berkata, "Termasuk pertanda istidraj (diulur-ulur adzab untuknya), yaitu buta dari aibnya sendiri." [Shifat Ash Shafwah 2 / 376].
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Majalah As-Sunnah 09/VII/1421H halaman 15 - 20. Diringkas oleh Abu Hamzah Agus Hasan Bashari, dari Mu'alim Fi As-Suluk wa Tazkiyah An Nufus, karya Abdul Aziz Ibnu Muhammad Al 'Abd Al Lathif.
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Majalah As-Sunnah 09/VII/1421H halaman 15 - 20. Diringkas oleh Abu Hamzah Agus Hasan Bashari, dari Mu'alim Fi As-Suluk wa Tazkiyah An Nufus, karya Abdul Aziz Ibnu Muhammad Al 'Abd Al Lathif.
Labels:
Ghurur
ORANG YANG TERTIPU
Bakr Ibn Abdillah Al Muzani (wafat 108 H) berkata, "Jika kamu melihat seseorang sibuk mengurusi aib orang lain dan melupakan aibnya sendiri, maka pastikan bahwa ia telah tertipu." [Shifat Ash Shafwah 3 / 249].
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Majalah As-Sunnah 09/VII/1421H halaman 15 - 20. Diringkas oleh Abu Hamzah Agus Hasan Bashari, dari Mu'alim Fi As-Suluk wa Tazkiyah An Nufus, karya Abdul Aziz Ibnu Muhammad Al 'Abd Al Lathif.
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Majalah As-Sunnah 09/VII/1421H halaman 15 - 20. Diringkas oleh Abu Hamzah Agus Hasan Bashari, dari Mu'alim Fi As-Suluk wa Tazkiyah An Nufus, karya Abdul Aziz Ibnu Muhammad Al 'Abd Al Lathif.
Labels:
Ghurur
MELUPAKAN AIB SENDIRI
Umar Al Faruq radhiallaahu 'anhu berkata, "Cukuplah dosa seseorang, apabila aib yang ada pada seseorang menjadi jelas baginya. Sementara ia tidak tahu, bahwa aib itu ada pada dirinya sendiri, dan ia membenci orang-orang karena itu. [Ibn Al Mubarak, Az Zuhd 234].
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Majalah As-Sunnah 09/VII/1421H halaman 15 - 20. Diringkas oleh Abu Hamzah Agus Hasan Bashari, dari Mu'alim Fi As-Suluk wa Tazkiyah An Nufus, karya Abdul Aziz Ibnu Muhammad Al 'Abd Al Lathif.
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Majalah As-Sunnah 09/VII/1421H halaman 15 - 20. Diringkas oleh Abu Hamzah Agus Hasan Bashari, dari Mu'alim Fi As-Suluk wa Tazkiyah An Nufus, karya Abdul Aziz Ibnu Muhammad Al 'Abd Al Lathif.
Labels:
Ghurur
Rabu, 16 Februari 2011
ORANG YANG ALIM & ORANG YANG UJUB
Masruq rahimahullah berkata, "Cukuplah seseorang itu dikatakan alim jika ia merasa takut kepada Allah, dan cukuplah seseorang itu dikatakan bodoh jika ia merasa ujub dengan amalnya sendiri." (Dinukil dari Al Mukhtar)
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://jogjamuslim.blogspot.com/2007/02/mutiara-salaf-bag-2.html
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://jogjamuslim.blogspot.com/2007/02/mutiara-salaf-bag-2.html
Labels:
Ghurur
Selasa, 04 Januari 2011
AGAR TERHINDAR DARI UJUB
Apabila engkau takut dengan amalmu itu akan mendatangkan rasa ujub, maka lihatlah:
ridho siapa yang engkau harapkan, pahala apa yang engkau angankan dan hukuman apa yang engkau takutkan, keadaan apa engkau syukuri, cobaan apa yang engkau ingat. Maka apabila engkau sudah memikirkan salah satu dari hal tersebut maka seluruh amalmu akan sangat kecil di matamu. (Imam Syafi’i)
Silakan baca sumber lengkapnya di sini:
http://www.oaseimani.com/agar-terhindar-dari-ujub.html
ridho siapa yang engkau harapkan, pahala apa yang engkau angankan dan hukuman apa yang engkau takutkan, keadaan apa engkau syukuri, cobaan apa yang engkau ingat. Maka apabila engkau sudah memikirkan salah satu dari hal tersebut maka seluruh amalmu akan sangat kecil di matamu. (Imam Syafi’i)
Silakan baca sumber lengkapnya di sini:
http://www.oaseimani.com/agar-terhindar-dari-ujub.html
Labels:
Ghurur
Minggu, 24 Oktober 2010
KENALI DIRIMU YANG SEBENARNYA
Fudhail bin Iyaadh berkata, "Wahai sungguh kasihan engkau, engkau adalah orang yang buruk namun engkau merasa bahwa engkau adalah orang yang baik, engkau bodoh namun engkau merasa seorang alim, engkau pelit namun engkau merasa dermawan, engkau dungu namun engkau merasa cerdas. Sesungguhnya ajalmu pendek sementara angan-anganmu panjang." (As-Siyar 8/440).
Sumber:
http://firanda.com/index.php/artikel/6-sirah/68-bekas-perampok-jadi-ulama
Sumber:
http://firanda.com/index.php/artikel/6-sirah/68-bekas-perampok-jadi-ulama
Labels:
Ghurur
Minggu, 29 Agustus 2010
BINASA KARENA AMAL SHALIH
Seseorang yang melakukan kebaikan lalu dengannya ia membangga-banggakan di hadapan Allah, berlaku takabbur dengannya, pamer, ujub dan membesar-besarkannya, dia berkata, "Aku telah mengerjakan, aku telah mengerjakan." kemudian menyebabkan dirinya berbangga dan sombong, menonjolkan diri dan membesar-besarkan amalnya hingga akhirnya ia binasa karenanya. Jika Allah menghendaki orang ini baik, maka Allah akan memberikan bala' kepadanya dengan sesuatu yang akan menghancurkan kesombongannya, membuat lehernya tertunduk, dan merasa hina di hadapan-Nya. Namun jika Allah menghendaki selain itu, maka dibiarkannya ia dengan rasa ujub dan kesombongannya, dan jika Allah membiarkannya, itu pertanda ia akan binasa.
Ibnul Qayyim Al Jauziyyah Rahimahullah
www.ibnumajjah.wordpress.com
Ibnul Qayyim Al Jauziyyah Rahimahullah
www.ibnumajjah.wordpress.com
Labels:
Ghurur
Senin, 23 Agustus 2010
PERHATIKAN AIBMU SENDIRI...!!!
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
يبصر أحدكم القذاة في أعين أخيه، وينسى الجذل- أو الجذع - في عين نفسه
"Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya." [Semut di seberang lautan nampak, gajah di pelupuk mata tak nampak].
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 592. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih.
Sumber:
http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/3162-sibuk-memikirkan-aib-sendiri.html
Labels:
Ghurur
Selasa, 20 Juli 2010
" Waspada Terhadap Istidraaj "
Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Apabila kamu melihat Allah ‘azza wa jalla melimpahkan kepada seorang hamba segala sesuatu yang disukainya di dunia sementara dia bergelimang kemaksiatan maka sesungguhnya itu adalah istidraaj.” kemudian beliau membaca firman Allah ta’ala yang artinya, “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka Kamipun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka telah bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’aam: 44) (Hadits riwayat Ahmad dan dishahihkan Al-Albani).
Sebagian ulama Salaf mengatakan, “Apabila kamu melihat Allah terus menurunkan nikmat-Nya kepadamu sementara kamu bergelimang kemaksiatan kepada-Nya maka waspadalah, karena sesungguhnya itu adalah istidraaj yang ditimpakan kepadamu”.
Sumber:
http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/sosok-hamba-hamba-teladan-2.html
Sebagian ulama Salaf mengatakan, “Apabila kamu melihat Allah terus menurunkan nikmat-Nya kepadamu sementara kamu bergelimang kemaksiatan kepada-Nya maka waspadalah, karena sesungguhnya itu adalah istidraaj yang ditimpakan kepadamu”.
Sumber:
http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/sosok-hamba-hamba-teladan-2.html
Labels:
Ghurur
Senin, 12 Juli 2010
" Jangan Tertipu Dengan Pujian "
Ibnu ‘Ajibah mengatakan, “Janganlah engkau tertipu dengan pujian orang lain yang menghampirimu. Sesungguhnya mereka yang memuji tidaklah mengetahui dirimu sendiri kecuali yang nampak saja bagi mereka. Sedangkan engkau sendiri yang mengetahui isi hatimu. Ada ulama yang mengatakan, “Barangsiapa yang begitu girang dengan pujian manusia, syaithan pun akan merasuk dalam hatinya.”(Lihat Iqazhul Himam Syarh Matn Al Hikam, Ibnu ‘Ajibah, halaman 159, Mawqi’ Al Qaraq, Asy Syamilah)”
Sumber:
http://www.rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2734-jangan-tertipu-dengan-pujian-orang-lain.html
Sumber:
http://www.rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2734-jangan-tertipu-dengan-pujian-orang-lain.html
Labels:
Ghurur
" Kenikmatan Yang Membuat Manusia Tertipu "
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)
Ibnu Baththal mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan. Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.” [Lihat Fathul Bari, Ibnu Hajar, 18/219, Mawqi’ Al Islam]
Sumber:
http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2769-nikmat-sehat-dan-waktu-luang-yang-membuat-manusia-tertipu.html
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)
Ibnu Baththal mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan. Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.” [Lihat Fathul Bari, Ibnu Hajar, 18/219, Mawqi’ Al Islam]
Sumber:
http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2769-nikmat-sehat-dan-waktu-luang-yang-membuat-manusia-tertipu.html
Labels:
Ghurur
" Pencari Ketenaran "
Basyr bin Al Harits Al Hafiy mengatakan, “Aku tidak mengetahui ada seseorang yang ingin tenar kecuali berangsur-angsur agamanya pun akan hilang. Silakan jika ketenaran yang dicari. Orang yang ingin mencari ketenaran sungguh ia kurang bertakwa pada Allah.” Suatu saat juga Basyr mengatakan, “Orang yang tidak mendapatkan kelezatan di akhirat adalah orang yang ingin tenar.” (Lihat Ta’thirul Anfas, halaman 284)
Sumber:
http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2959-benci-dengan-popularitas.html
Sumber:
http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2959-benci-dengan-popularitas.html
Labels:
Ghurur
Langganan:
Postingan (Atom)