Pages

Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Februari 2011

Dua Langkah Dalam Kehidupan Manusia

Tatkala ajal menjelang, Hasan al-Bashri berwasiat kepada beberapa orang lelaki dari kerabatnya yang datang menjenguknya. Mereka mengatakan, “Hai Abu Sa’id (julukan Hasan al-Bashri), bekalilah kami dengan nasehat-nasehat yang bermanfaat.”

Hasan al-Bashri berkata, “Baiklah, kalian akan kubekali dengan tiga nasehat, kemudian beranjaklah dari sini dan biarkan aku menghadapi apa yang akan kuhadapi. (1) Setiap perkara yang dilarang bagi kalian, jadilah kalian orang yang paling menjauhinya. (2) Setiap perkara ma’ruf yang diperintahkan bagi kalian, jadilah kalian orang yang paling mengamalkannya. Dan (3) Ketahuilah bahwa langkah kalian ada dua; langkah yang menguntungkan dan langkah merugikan. Maka perhatikan, ke mana saja kau melangkah dari pagi hingga sore.” (Hilyatul Auliya’, 1/275)

Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://abufahmiabdullah.wordpress.com/2010/11/15/kumpulan-mutiara-salaf-nasehat-hasan-al-bashri-rohimahullah/

Rabu, 09 Februari 2011

Perumpamaan Kehidupan Dunia

Sepucuk Surat Al Imam Hasan Al Bashri untuk Khalifah ‘Umar bin ‘Abdil-‘Aziiz:

“Aku akan menggambarkan kepadamu bahwa dunia ini adalah satu masa di antara dua masa yang lain. Satu masa telah lampau, satu masa akan datang, dan satu masa lagi saat di mana engkau hidup sekarang.

Adapun masa lampau dan yang akan datang, tidaklah memiliki kenikmatan dan juga tidak ada rasa sakit yang bisa dirasakan sekarang.

Tinggallah dunia ini saat di mana engkau hidup sekarang ini.

Saat itulah yang sering memperdayamu hingga lupa dengan akhirat, dan perjalanan yang bisa mengantarkanmu menuju neraka.

Sesungguhnya hari ini – bila engkau mengerti – ibarat tamu yang mampir ke rumahmu dan akan segera pergi meninggalkan rumahmu.

Apabila engkau memberi penginapan yang baik dan menghormatinya, ia akan menjadi saksi atas dirimu, memujimu, dan berbuat benar untuk dirimu.

Akan tetapi bila engkau memberi penginapan yang jelek, melayaninya dengan kasar, maka ia akan terus terbayang di depan matamu.

Hari ini dan hari esok bagaikan dua orang bersaudara yang masing-masing bertamu kepadamu secara bergantian. Ketika yang pertama singgah, engkau bersikap jelek kepadanya dan tidak memberikan pelayanan yang baik antara engkau dan dia. Lalu di hari kemudian saudaranya yang akan berkata : “Sesungguhnya saudaraku telah engkau perlakukan buruk. Sekarang aku datang setelahnya. Bila engkau melayaniku dengan baik, niscaya engkau dapat membayar perlakuan burukmu terhadap saudaraku, dan aku akan memaafkan apa yang telah engkau perbuat (terhadap saudaraku). Maka cukuplah engkau memberi pelayanan kepadaku apabila aku singgah dan menemuimu setelah kepergian saudaraku tadi. Dengan itu engkau telah mendapat keuntungan sebagai gantinya bila engkau mau berpikir. Gapailah apa yang telah engkau sia-siakan.

Bila yang datang kemudian engkau perlakukan seperti sebelumnya, alangkah meruginya hidupmu di dunia akibat persaksian keduanya atas kejahatanmu. Sisa umurmu tidak akan berguna dan berharga lagi. Apabila engkau kumpulkan dunia seluruhnya, tidak akan dapat menggantikannya meskipun hanya satu hari yang tersia-siakan. Maka, janganlah engkau jual hari ini, dan jangan engkau ganti hari ini dengan dunia tanpa faedah yang berharga. Janganlah sampai terjadi, bahwa orang yang telah dikubur saja lebih menghargai apa yang ada di hadapanmu daripada dirimu sendiri, padahal semua itu milikmu.

Demi Allah, apabila orang yang telah dikebumikan itu ditanya : ‘Ini dunia beserta seisinya, dari awal sampai akhirnya, yang bisa engkau pergunakan untuk anak cucumu setelah kematianmu, agar mereka dapat berfoya-foya, yang keinginanmu hanyalah mereka; dan ini satu hari yang disediakan untukmu yang dapat engkau gunakan untuk beramal bagi dirimu” – manakah yang engkau pilih ? Tentu ia akan memilih satu hari yang terakhir. Tidak ada sesuatu yang dapat diperbandingkan dengan satu hari itu, melainkan ia pasti memilih hari itu karena kesukaannya dan penghormatannya terhadap hari itu.

Bahkan apabila hanya dicukupkan satu jam, untuk diperbandingkan dengan berkali-kali lipat dari apa yang telah kita paparkan tadi; pasti ia juga akan memilih yang satu jam tadi.
Meskipun dengan segala yang kita sebutkan dengan berbagai kelipatannya diberikan kepada orang lain. Bahkan apabila ia diberikan (pahala) satu kata yang ia ucapkan, untuk diperbandingkan dengan berlipat-lipat dari yang disebutkan tadi, pasti ia akan memilih satu kata itu.
Maka mulailah hari ini! Cermatilah hari-harimu untuk kemaslahatanmu.

Waspadailah kehinaan yang datang di akhir kehidupanmu. Janganlah engkau merasa aman untuk tidak dibantah oleh ucapanmu sendiri. Semoga nasihat ini berguna buatmu dan buat kami sendiri. Semoga Allah memberikan rizki kepada kita dengan akhir kehidupan yang baik.

As-Salaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”.

[Diambilkan dari kitab Hilyatul-Auliyaa’ 2/39 yang ditulis oleh Abu Nu'aim Al Ashfahaniy]

Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://abufahmiabdullah.wordpress.com/2010/11/15/kumpulan-mutiara-salaf-nasehat-hasan-al-bashri-rohimahullah/

Kamis, 13 Januari 2011

Masuki Pagimu Dengan 4 Perkara

Sebagian orang yang bijak berkata, "Jika seseorang memasuki waktu pagi, hendaklah ia berniat dengan empat perkara. Pertama, melaksanakan yang diperintahkan Allah. Kedua, menjauhi laranganNya. Ketiga, inshaf (berbuat adil) terhadap orang yang ada di antara mereka, dan dalam bermu`alamahnya. Keempat, ishlah (memperbaiki hubungan) antara ia dengan musuh-musuhnya. Apabila ia berada di atas niat ini, maka aku berharap ia termasuk orang yang shalih dan beruntung."

Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Kitab Kaifa Tastaqbilu Yaumaka, Karya Syaikh Azhari Ahmad Mahmud.
Majalah As Sunnah Edisi 10/Tahun VI/1423H-2003 M

Dengarkan Seruan Hari & Malammu

Bakr Al Muzni berkata, "Tidak ada satu haripun yang dikeluarkan oleh Allah ke dunia, kecuali berkata, `Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Karena mungkin saja tidak ada hari lagi buatmu setelahku`. Dan tidaklah ada malam, kecuali berseru,`Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Karena mungkin saja tidak ada malam lagi bagimu setelah aku`."

Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Kaifa Tastaqbilu Yaumaka, Karya Syaikh Azhari Ahmad Mahmud
Majalah As Sunnah Edisi 10/Tahun VI/1423H-2003M

Sabtu, 14 Agustus 2010

Kehidupan Sejati

Untukmu Perindu Akhirat

Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan, “Kehidupan yang sejati dan baik adalah kehidupan pada diri orang-orang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul dengan lahir dan batinnya… Oleh sebab itu orang yang paling sempurna kehidupannya adalah yang paling sempurna dalam memenuhi seruan dakwah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

(al-Fawa’id, halaman 86).

Sumber:
http://abumushlih.com/curahan-air-wahyu-di-tanah-hati.html/

Kamis, 29 Juli 2010

LIMA SEBAB KEGALAUAN HIDUP

Saudaraku tercinta…

Sebab kegalauan hidup itu ada lima macam dan seyogyanya seseorang merasakan kegalauan karena kelima macam tersebut:

Pertama : Kegalauan karena dosa pada masa lampau, karena dia telah melakukan sebuah perbuatan dosa sedangkan dia tidak tahu apakah dosa tersebut diampuni atau tidak? Dalam keadaan tersebut dia harus selalu merasakan kegalauan dan sibuk karenanya.

Kedua : Dia telah melakukan kebaikan, tetapi dia tidak tahu apakah kebaikan tersebut diterima atau tidak.

Ketiga : Dia mengetahui kehidupannya yang telah lalu dan apa yang terjadi kepadanya, tetapi dia tidak mengetahui apa yang akan menimpanya pada masa mendatang.

Keempat : Dia mengetahui bahwa Allah menyiapkan dua tempat untuk manusia pada hari Kiamat, tetapi dia tidak mengetahui ke manakah dia akan kembali (apakah ke Surga atau ke Neraka)?

Kelima : Dia tidak tahu apakah Allah ridha kepadanya atau membencinya?

Siapa yang merasa galau dengan lima hal ini dalam kehidupannya, maka tidak ada kesempatan baginya untuk tertawa.

[Tanbiihul Ghaafiliin (I/213)]

Sumber:
[Disalin dari kitab Ad-Dun-yaa Zhillun Zaa-il, Penulis ‘Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim, Edisi Indonesia Menyikapi Kehidupan Dunia Negeri Ujian Penuh Cobaan, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
http://almanhaj.or.id/content/2531/slash/0

" Bagaimana Dapat Menikmati Kehidupan? "

Bagaimana seseorang dapat menikmati kehidupan sedangkan dia tahu
bahwa Ilah semua makhluk akan bertanya kepadanya.
Dia akan menyiksa karena kezhaliman seorang hamba,
dan akan membalasnya dengan pahala karena kebaikan yang ia lakukan.

[Syarhush Shuduur, halaman 295]

Sumber:
http://www.almanhaj.or.id/content/2532/slash/0