Dari Anas bin Malik رضي الله عنه bahwa seorang lelaki atau wanita berkulit hitam, tukang sapu masjid meninggal dunia lalu dikubur pada malam hari, kemudian diberitahukan kepada Rasulullah صلي الله عليه وسلم, dan beliau bersabda:
إِنَّ هَذِهِ اَلْقُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً عَلَى أَهْلِهَا, وَإِنَّ اَللَّهَ يُنَوِّرُهَا لَهُمْ بِصَلَاتِي عَلَيْهِمْ
“Sesungguhnya kuburan ini dipenuhi dengan kegelapan bagi penghuninya. Dan Allah Azza wa Jalla memberi cahaya pada kuburan itu dengan shalatku atas mereka.” Maka beliau mendatangi kuburannya dan shalat atasnya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah dan Imam al-Haitsami dalam Majma Zawaidnya (4191) 3/ 145-146 dari Anas bin Malik)
Dan dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata: “Pada suatu hari ketika Saad bin Muadz dikubur maka Nabi صلي الله عليه وسلم duduk di hadapan kuburannya lalu bersabda: ‘Seandainya seseorang bisa selamat dari siksa kubur atau pertanyaan di alam kubur maka Sa’ad bin Muadz pasti selamat darinya, namun dia diimpit dengan sekali impitan kemudian dilonggarkan darinya.’” (Shahih diriwayatkan Imam at-Thabrani dalam al-Kabir (10827), Imam al-Haitsami dalam Majma Zawaidnya (4257) dan Silsilah Ahadits Shahihah (1695).
(Disalin dari buku Misteri Alam Kubur, penerbit Pustaka Imam Abu Hanifah, di-download dari www.ibnumajjah.wordpress.com via Facebook MUSLIM FACEBOOK PEDULI UMAT’s Notes)
Catatan:
1. Mengenang saudara & sahabatku Purna Atmaja. Uhibbuka fillah, ya akhi.
2. Sumber artikel dan foto bunga (Eden Brothers).
Tampilkan postingan dengan label Dzikrul Maut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dzikrul Maut. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 03 November 2012
Di Manakah Mereka yang Berwajah Rupawan... !?
Umar bin Abdul Aziz رحمه الله berkata kepada salah seorang pendampingnya, “Wahai Fulan, Aku tadi malam tidak bisa tidur karena merenungkan sesuatu.” Dia berkata, “Apa yang sedang Engkau renungkan, wahai Amirul Mukmmin?” Beliau menjawab, “Aku sedang merenungkan kuburan dan penghuninya. Jika kamu menyaksikan mayat pada hari ketiganya di dalam kubur, niscaya kamu akan mendapatkan suatu bentuk sangat mengerikan walaupun sebelum mati dia sangat menawan hati. Kamu menyaksikan suatu hunian penuh dengan binatang binatang yang menyeramkan, badan yang mulai mengembung dan bernanah yang dibuat santapan cacing tanah, sedang tubuh mulai membusuk, kain kafan mulai hancur, sementara dahulu di dunia penampilannya sangat menawan, aroma tubuhnya sangat semerbak wangi dengan parfum dan pakaiannya sangat bersih dan indah.” Setelah itu beliau tersungkur pingsan.” (Lihat Kitab Majmu Rasail Ibnu Rajab, Risalah Ahwalul Qubur, hal. 290)
Dari Yahya bin Abu Katsir bahwa Abu Bakar رضي الله عنه pernah berkhutbah, “Di manakah mereka yang berwajah rupawan, yang bangga dengan usia remajanya, yang silau dengan keperkasaannya, namun hal itu tidak pernah dipersembahkan untuk peperangan? Di manakah mereka yang telah membangun kota-kota besar yang dilindungi dengan benteng-benteng yang kokoh? Semuanya telah ditelan oleh masa dan semuanya akan menuju kepada gelapnya kuburan.” (idem, hal. 295)
Umar bin Dzar berkata, “Andaikata orang yang sehat wal’afiyat mengetahui tubuh penghuni alam kubur hancur lebur (dimakan cacing tanah), maka mereka akan sungguh-sungguh dan serius selama berada di dunia karena takut pada suatu hari, di mana hati dan mata tercengang karena ketakutan.” (idem, hal. 296)
Abu Abdurahman al-Umari al-Abid berkata, “Wahai para pemilik istana-istana yang megah! Ingatlah gelapnya hiburan yang menyeramkan, wahai orang-orang yang bergelimang kenikmatan dan kelezatan, ingatlah cacing tanah, darah campur nanah dan hancurnya jasad bersama tanah.” (idem, hal. 260)
(Disalin dari buku Misteri Alam Kubur, penerbit Pustaka Imam Abu Hanifah, di-download dari www.ibnumajjah.wordpress.com via Facebook MUSLIM FACEBOOK PEDULI UMAT’s Notes)
Catatan:
1. Mengenang saudara & sahabatku Purna Atmaja. Uhibbuka fillah, ya akhi.
2. Sumber artikel dan foto bunga (Eden Brothers).
Dari Yahya bin Abu Katsir bahwa Abu Bakar رضي الله عنه pernah berkhutbah, “Di manakah mereka yang berwajah rupawan, yang bangga dengan usia remajanya, yang silau dengan keperkasaannya, namun hal itu tidak pernah dipersembahkan untuk peperangan? Di manakah mereka yang telah membangun kota-kota besar yang dilindungi dengan benteng-benteng yang kokoh? Semuanya telah ditelan oleh masa dan semuanya akan menuju kepada gelapnya kuburan.” (idem, hal. 295)
Umar bin Dzar berkata, “Andaikata orang yang sehat wal’afiyat mengetahui tubuh penghuni alam kubur hancur lebur (dimakan cacing tanah), maka mereka akan sungguh-sungguh dan serius selama berada di dunia karena takut pada suatu hari, di mana hati dan mata tercengang karena ketakutan.” (idem, hal. 296)
Abu Abdurahman al-Umari al-Abid berkata, “Wahai para pemilik istana-istana yang megah! Ingatlah gelapnya hiburan yang menyeramkan, wahai orang-orang yang bergelimang kenikmatan dan kelezatan, ingatlah cacing tanah, darah campur nanah dan hancurnya jasad bersama tanah.” (idem, hal. 260)
(Disalin dari buku Misteri Alam Kubur, penerbit Pustaka Imam Abu Hanifah, di-download dari www.ibnumajjah.wordpress.com via Facebook MUSLIM FACEBOOK PEDULI UMAT’s Notes)
Catatan:
1. Mengenang saudara & sahabatku Purna Atmaja. Uhibbuka fillah, ya akhi.
2. Sumber artikel dan foto bunga (Eden Brothers).
Labels:
Dzikrul Maut
Hunian itu Bernama Kuburan
Dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya berkata: “Ketika dinding rumah Nabi صلي الله عليه وسلم roboh sementara Umar bin Abdul Aziz pada saat itu sedang berada di Madinah, tiba-tiba telapak kaki salah seorang penghuni kuburan yang di kubur di rumah itu terlihat dan telapak kaki itu terkena sesuatu sehingga berdarah. Maka Umar bin Abdul Aziz kaget sekali, lalu Urwah masuk ke rumah tersebut. Ternyata telapak kaki itu adalah telapak kaki Umar bin Khaththab. Maka Urwah berkata kepada beliau, ‘Engkau jangan kaget, kaki tersebut adalah kaki Umar bin Khaththab رضي الله عنه.’ Lalu beliau menyuruh membangun kembali dinding tersebut dan dikembalikan seperti keadaan semula.” (Lihat Kitab Majmu Rasail Ibnu Rajab, Risalah Ahwalul Qubur, hal. 175)
Abu Umamah al-Bahili berkata, “Sesungguhnya kalian pada pagi dan petang berada dalam hunian yang meraup kebaikan dan keburukan. Dan hampir-hampir kalian akan pergi meninggalkannya menuju hunian lain yaitu kuburan, suatu hunian yang sangat menyeramkan dan rumah yang sangat gelap, tempat tinggal yang sangat sempit kecuali yang diluaskan Allah, kemudian kalian akan dibangkitkan pada Hari Kiamat.” (idem, hal. 258)
(Disalin dari buku Misteri Alam Kubur, penerbit Pustaka Imam Abu Hanifah, di-download dari www.ibnumajjah.wordpress.com via Facebook MUSLIM FACEBOOK PEDULI UMAT’s Notes)
Catatan:
1. Mengenang saudara & sahabatku Purna Atmaja. Uhibbuka fillah, ya akhi.
2. Sumber artikel dan foto bunga (Eden Brothers).
Abu Umamah al-Bahili berkata, “Sesungguhnya kalian pada pagi dan petang berada dalam hunian yang meraup kebaikan dan keburukan. Dan hampir-hampir kalian akan pergi meninggalkannya menuju hunian lain yaitu kuburan, suatu hunian yang sangat menyeramkan dan rumah yang sangat gelap, tempat tinggal yang sangat sempit kecuali yang diluaskan Allah, kemudian kalian akan dibangkitkan pada Hari Kiamat.” (idem, hal. 258)
(Disalin dari buku Misteri Alam Kubur, penerbit Pustaka Imam Abu Hanifah, di-download dari www.ibnumajjah.wordpress.com via Facebook MUSLIM FACEBOOK PEDULI UMAT’s Notes)
Catatan:
1. Mengenang saudara & sahabatku Purna Atmaja. Uhibbuka fillah, ya akhi.
2. Sumber artikel dan foto bunga (Eden Brothers).
Labels:
Dzikrul Maut
Tiga yang Mengikuti Mayat
Ketika seseorang hamba diantar ke kuburan dia disertai tiga hal, yaitu keluarganya, hartanya dan amalnya. Dan yang kembali pulang dua hal yaitu harta dan keluarganya, sedangkan yang mengikutinya ham amalnya, seperti yang telah ditegaskan Rasulullah صلي الله عليه وسلم dalam sabdanya:
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ
“Suatu yang mengikuti mayat ada tiga, kembali pulang dua dan ikut bersamanya satu; dihantarkan keluarganya, hartanya dan amalnya, maka kembali pulang keluarganya dan hartanya dan yang tersisa (bersamanya) amalnya.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat Shahihul Jami’ No.8017)
(Disalin dari buku Misteri Alam Kubur, penerbit Pustaka Imam Abu Hanifah, di-download dari www.ibnumajjah.wordpress.com via Facebook MUSLIM FACEBOOK PEDULI UMAT’s Notes)
Mengenang saudara & sahabatku Purna Atmaja. Uhibbuka fillah, ya akhi.
Sumber artikel dan foto bunga (Eden Brothers).
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ
“Suatu yang mengikuti mayat ada tiga, kembali pulang dua dan ikut bersamanya satu; dihantarkan keluarganya, hartanya dan amalnya, maka kembali pulang keluarganya dan hartanya dan yang tersisa (bersamanya) amalnya.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat Shahihul Jami’ No.8017)
(Disalin dari buku Misteri Alam Kubur, penerbit Pustaka Imam Abu Hanifah, di-download dari www.ibnumajjah.wordpress.com via Facebook MUSLIM FACEBOOK PEDULI UMAT’s Notes)
Mengenang saudara & sahabatku Purna Atmaja. Uhibbuka fillah, ya akhi.
Sumber artikel dan foto bunga (Eden Brothers).
Labels:
Dzikrul Maut
Seramnya Alam Kubur
Dari Hani’ Maula Utsman berkata bahwa ketika Utsman bin Affan berdiri di depan kuburan, beliau menangis hingga air matanya membasahi jenggotnya. Lalu dikatakan kepadanya, “Diceritakan kepadamu tentang Surga dan Neraka kamu tidak menangis, tetapi kamu menangis dari ini.” Maka beliau berkata bahwa Rsulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:
إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنْزِلٍ مِنْ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلَّا الْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ
“Kuburan adalah awal rintangan dari beberapa rintangan alam akhirat. Jika sukses di alam itu maka setelahnya lebih mudah, dan jika tidak sukses maka setelahnya lebih susah.”
Kemudian beliau berkata bahwa Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda, “Tiada pemandangan yang pernah saya lihat melainkan kuburan yang paling menyeramkan.” (Hasan, HR. Tirmidzi dan Ibnu Majjah, lihat Shahihul Jami’ No.5623)
(Disalin dari buku Misteri Alam Kubur, penerbit Pustaka Imam Abu Hanifah, di-download dari www.ibnumajjah.wordpress.com via Facebook MUSLIM FACEBOOK PEDULI UMAT’s Notes)
Mengenang saudara & sahabatku Purna Atmaja. Uhibbuka fillah, ya akhi.
Sumber artikel dan foto bunga (Eden Brothers).
إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنْزِلٍ مِنْ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلَّا الْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ
“Kuburan adalah awal rintangan dari beberapa rintangan alam akhirat. Jika sukses di alam itu maka setelahnya lebih mudah, dan jika tidak sukses maka setelahnya lebih susah.”
Kemudian beliau berkata bahwa Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda, “Tiada pemandangan yang pernah saya lihat melainkan kuburan yang paling menyeramkan.” (Hasan, HR. Tirmidzi dan Ibnu Majjah, lihat Shahihul Jami’ No.5623)
(Disalin dari buku Misteri Alam Kubur, penerbit Pustaka Imam Abu Hanifah, di-download dari www.ibnumajjah.wordpress.com via Facebook MUSLIM FACEBOOK PEDULI UMAT’s Notes)
Mengenang saudara & sahabatku Purna Atmaja. Uhibbuka fillah, ya akhi.
Sumber artikel dan foto bunga (Eden Brothers).
Labels:
Dzikrul Maut
Minggu, 11 Maret 2012
Keutamaan Ziarah Kubur
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ أَبِى حَازِمٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ « اسْتَأْذَنْتُ رَبِّى فِى أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِى أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِى فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ »
Dari Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb, mereka berdua berkata: Muhammad Bin ‘Ubaid menuturkan kepada kami: Dari Yaziid bin Kasyaan, ia berkata: Dari Abu Haazim, ia berkata: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berziarah kepada makam ibunya, lalu beliau menangis, kemudian menangis pula lah orang-orang di sekitar beliau. Beliau lalu bersabda: “Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan melakukannya. Maka aku pun meminta izin untuk menziarahi kuburnya, aku pun diizinkan. Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkan engkau akan kematian” (HR. Muslim no.108, 2/671).
Ziarah kubur mengingatkan kita akan akhirat. Sebagaimana riwayat lain dari hadits ini:
زوروا القبور ؛ فإنها تذكركم الآخرة
“Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkanmu akan akhirat” (HR. Ibnu Maajah no.1569).
Ziarah kubur dapat melembutkan hati. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lain:
كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا
“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR. Al Haakim no.1393, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’, 7584).
Silakan membaca langsung dari sumbernya di sini.
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ أَبِى حَازِمٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ « اسْتَأْذَنْتُ رَبِّى فِى أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِى أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِى فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ »
Dari Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb, mereka berdua berkata: Muhammad Bin ‘Ubaid menuturkan kepada kami: Dari Yaziid bin Kasyaan, ia berkata: Dari Abu Haazim, ia berkata: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berziarah kepada makam ibunya, lalu beliau menangis, kemudian menangis pula lah orang-orang di sekitar beliau. Beliau lalu bersabda: “Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan melakukannya. Maka aku pun meminta izin untuk menziarahi kuburnya, aku pun diizinkan. Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkan engkau akan kematian” (HR. Muslim no.108, 2/671).
Ziarah kubur mengingatkan kita akan akhirat. Sebagaimana riwayat lain dari hadits ini:
زوروا القبور ؛ فإنها تذكركم الآخرة
“Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkanmu akan akhirat” (HR. Ibnu Maajah no.1569).
Ziarah kubur dapat melembutkan hati. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lain:
كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا
“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR. Al Haakim no.1393, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’, 7584).
Silakan membaca langsung dari sumbernya di sini.
Labels:
Dzikrul Maut
Obat Bagi Hati Yang Kelam
Al Munawi berkata: “Tidak ada obat yang paling bermanfaat bagi hati yang kelam selain berziarah kubur. Dengan berziarah kubur, lalu mengingat kematian, akan menghalangi seseorang dari maksiat, melembutkan hatinya yang kelam, mengusir kesenangan terhadap dunia, membuat musibah yang kita alami terasa ringan. Ziarah kubur itu sangat dahsyat pengaruhnya untuk mencegah hitamnya hati dan mengubur sebab-sebab datangnya dosa. Tidak ada amalan yang sedahsyat ini pengaruhnya” (Faidhul Qaadir, 88/4)
Silakan membaca langsung dari sumbernya di sini.
Silakan membaca langsung dari sumbernya di sini.
Labels:
Dzikrul Maut
Selasa, 28 Februari 2012
Memperbaiki Amal Sebelum Mati
Ibrahim bin Yazid al-Abdi mengatakan, “Suatu ketika Riyah al Qaisy mendatangiku seraya berkata, ‘Hai Abu Ishaq –julukan Ibrahim-, ayo ikut bersamaku menemui penghuni akhirat dan marilah kita mengikat janji setia di samping mereka.” Lalu aku pun pergi bersamanya ke sebuah pemakaman. Kami duduk di samping salah satu kuburan di sama, kemudian Riyah berkata,
“Hai Abu Ishaq, kira-kira apakah yang diangankan oleh mayit ini jika ia diminta berangan-angan?”
“Demi Allah, ia pasti ingin dikembalikan ke dunia agar bisa taat kepada Allah dan memperbaiki amalnya,” jawabku.
“Nah, kita sekarang berada di dunia. Karenanya, marilah kita taat kepada Allah dan memperbaiki amal kita,” sahut Riyah.
Maka Riyah bangkit meninggalkan kuburan tersebut dan mulai bersungguh-sungguh dalam beribadah. Ternyata tak lama berselang, ia dipanggil menghadap Allah, semoga Allah merahmatinya.
Disalin dari buku Andai Si Mati Bisa Bicara karangan Sufyan bin Fuad Baswedan dengan sedikit pengeditan.
Silakan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/angan-angan-mereka-yang-telah-tiada.html
“Hai Abu Ishaq, kira-kira apakah yang diangankan oleh mayit ini jika ia diminta berangan-angan?”
“Demi Allah, ia pasti ingin dikembalikan ke dunia agar bisa taat kepada Allah dan memperbaiki amalnya,” jawabku.
“Nah, kita sekarang berada di dunia. Karenanya, marilah kita taat kepada Allah dan memperbaiki amal kita,” sahut Riyah.
Maka Riyah bangkit meninggalkan kuburan tersebut dan mulai bersungguh-sungguh dalam beribadah. Ternyata tak lama berselang, ia dipanggil menghadap Allah, semoga Allah merahmatinya.
Disalin dari buku Andai Si Mati Bisa Bicara karangan Sufyan bin Fuad Baswedan dengan sedikit pengeditan.
Silakan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/angan-angan-mereka-yang-telah-tiada.html
Labels:
Dzikrul Maut
Selasa, 28 Juni 2011
Bersiap-siaplah Untuk Yang Seperti Hari Ini!
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membiarkan kesempatan berlalu begitu saja. Bila ada kesempatan, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengingatkan para sahabatnya tentang kematian dan berbagai rentetan peristiwa yang akan mengiringinya.
عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جِنَازَةٍ فَجَلَسَ عَلَى شَفِيرِ الْقَبْرِ فَبَكَى حَتَّى بَلَّ الثَّرَى ثُمَّ قَالَ يَا إِخْوَانِي لِمِثْلِ هَذَا فَأَعِدُّوا
Dari al-Bara’ Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Kami bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada (penguburan-red) suatu jenazah, lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk pada tepi kubur, kemudian beliau menangis sehingga tanah menjadi basah, lalu beliau bersabda: “Wahai saudara-saudaraku! Bersiap-siaplah untuk yang seperti ini!” [HR. Ibnu Mâjah, no: 4190, dihasankan oleh Syaikh al-Albâni rahimahullah]
Dalam riwayat lain, al-Barâ’ bin ‘Azib mengatakan,
بَيْنَمَا نَحْنُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ بَصَرَ بِجَمَاعَةٍ فَقَالَ : عَلَامَ اجْتَمَعَ عَلَيْهِ هَؤُلَاءِ؟ قِيْلَ : عَلَى قَبْرٍ يَحْفِرُوْنَهُ ، قَالَ : فَفَزِعَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَدَرَ بَيْنَ يَدَيْ أَصْحَابِهِ مُسْرِعًا حَتَّى انْتَهَى إِلَى الْقَبْرِ فَجَثَا عَلَيْهِ ، قَالَ : فَاسْتَقْبَلْتُهُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ لِأَنْظُرَ مَا يَصْنَعُ ، فَبَكَى حَتىَّ بَلَّ الثَّرَى مِنْ دُمُوْعِهِ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا قَالَ: أَيْ إِخْوَانِي ! لِمِثْلِ الْيَوْمِ فَأَعِدُّوْا
“Ketika kami bersama Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau shallallahu ‘alaihi wa sallm melihat sekelompok orang, maka beliau bertanya, ‘Untuk apa mereka berkumpul?’ Dikatakan kepada beliau, ‘Mereka berkumpul pada kuburan yang sedang mereka gali’. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam terperanjat, lalu bergegas mendahului para sahabat sehingga sampai di kuburan, lalu beliau berlutut ke arah kuburan. Bara’ berkata, ‘Maka aku menghadap di depan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melihat apa yang akan beliau lakukan’. Kemudian beliau menangis sehingga tanah menjadi basah karena air mata beliau. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kepada kami dan bersabda, “Wahai saudara-saudaraku! Bersiap-siaplah untuk yang sepertil hari ini!” [Lihat Silsilatush Shahîhah, no. 1751, karya Syaikh al-Albâni rahimahullah]
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://ustadzmuslim.com/sadarilah-realita-ini/
عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جِنَازَةٍ فَجَلَسَ عَلَى شَفِيرِ الْقَبْرِ فَبَكَى حَتَّى بَلَّ الثَّرَى ثُمَّ قَالَ يَا إِخْوَانِي لِمِثْلِ هَذَا فَأَعِدُّوا
Dari al-Bara’ Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Kami bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada (penguburan-red) suatu jenazah, lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk pada tepi kubur, kemudian beliau menangis sehingga tanah menjadi basah, lalu beliau bersabda: “Wahai saudara-saudaraku! Bersiap-siaplah untuk yang seperti ini!” [HR. Ibnu Mâjah, no: 4190, dihasankan oleh Syaikh al-Albâni rahimahullah]
Dalam riwayat lain, al-Barâ’ bin ‘Azib mengatakan,
بَيْنَمَا نَحْنُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ بَصَرَ بِجَمَاعَةٍ فَقَالَ : عَلَامَ اجْتَمَعَ عَلَيْهِ هَؤُلَاءِ؟ قِيْلَ : عَلَى قَبْرٍ يَحْفِرُوْنَهُ ، قَالَ : فَفَزِعَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَدَرَ بَيْنَ يَدَيْ أَصْحَابِهِ مُسْرِعًا حَتَّى انْتَهَى إِلَى الْقَبْرِ فَجَثَا عَلَيْهِ ، قَالَ : فَاسْتَقْبَلْتُهُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ لِأَنْظُرَ مَا يَصْنَعُ ، فَبَكَى حَتىَّ بَلَّ الثَّرَى مِنْ دُمُوْعِهِ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا قَالَ: أَيْ إِخْوَانِي ! لِمِثْلِ الْيَوْمِ فَأَعِدُّوْا
“Ketika kami bersama Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau shallallahu ‘alaihi wa sallm melihat sekelompok orang, maka beliau bertanya, ‘Untuk apa mereka berkumpul?’ Dikatakan kepada beliau, ‘Mereka berkumpul pada kuburan yang sedang mereka gali’. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam terperanjat, lalu bergegas mendahului para sahabat sehingga sampai di kuburan, lalu beliau berlutut ke arah kuburan. Bara’ berkata, ‘Maka aku menghadap di depan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melihat apa yang akan beliau lakukan’. Kemudian beliau menangis sehingga tanah menjadi basah karena air mata beliau. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kepada kami dan bersabda, “Wahai saudara-saudaraku! Bersiap-siaplah untuk yang sepertil hari ini!” [Lihat Silsilatush Shahîhah, no. 1751, karya Syaikh al-Albâni rahimahullah]
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://ustadzmuslim.com/sadarilah-realita-ini/
Labels:
Dzikrul Maut
Jumat, 11 Februari 2011
Mencari Jalan Keselamatan
Seorang penyair berkata :
"Saudaraku, cobalah mencari jalan keselamatan
Persiapkan dirimu (dengan beramal shaleh) sebelum datang kematianmu.
Songsonglah sesuatu yang pasti datang dengan kesungguhan.
Janganlah tertipu oleh fatamorgana kehidupan.
Sungguh sebentar lagi engkau mati."
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://dareliman.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=111&Itemid=54
"Saudaraku, cobalah mencari jalan keselamatan
Persiapkan dirimu (dengan beramal shaleh) sebelum datang kematianmu.
Songsonglah sesuatu yang pasti datang dengan kesungguhan.
Janganlah tertipu oleh fatamorgana kehidupan.
Sungguh sebentar lagi engkau mati."
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://dareliman.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=111&Itemid=54
Labels:
Dzikrul Maut
Rabu, 19 Januari 2011
Mengingat Maut
Abdullah bin al-Mubarak berkata : Adalah Muhammad bin an-Nadlr bila mengingat akan maut, seluruh persendiannya gemetar. (VIII/157)
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Labels:
Dzikrul Maut
Saya Ingat Mati
Dari Abi Qabil bahwasanya Umar bin Abdul Aziz menangis, dan beliau masih muda belia. Tatkala ibunya mendapatinya menangis, ia bertanya : Anakku, apa yang menyebabkan engkau menangis ? Beliau menjawab : Saya ingat mati. Serta merta ibunya menangis juga. (Al-Bidayah : IX/ ) Dan adalah beliau jika ingat kematian, bergetarlah anggota badannya. Pernah ada seorang membaca ayat (al-Furqan : 13) di hadapan beliau, beliau menangis keras hingga berdiri dan beranjak ke rumah beliau.
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Labels:
Dzikrul Maut
Sesungguhnya Kalian Akan Menemuinya
Berkata Bilal bin Sa’ad, Wahai sekalian hamba-hamba Allah yang bertaqwa, sesungguhnya kalian tidak akan terhindar dari kehancuran dan sesungguhnya kalian akan bergilir menemuinya. Berpindah dari suatu ruangan yang satu ke ruangan yang lainnya sebagaimana kalian dulu dari air mani berpindah menuju ke dalam rahim. Dari rahim menuju ke dunia, dari dunia menuju ke alam kubur dari alam kubur menuju ke alam perhitungan (hisab) dan dari tempat itu menuju kealam yang kekal abadi, apakah itu Jannah atau Neraka. (V/91)
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000 http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-3&catid=36:adab-a-akhlak
Labels:
Dzikrul Maut
Selasa, 04 Januari 2011
Telah Tiba Giliranmu
Untukmu Perindu Akhirat
Umar bin Abdil Aziz rahimahullah berkata kepada seorang ulama, "Berilah nasihat kepadaku!" Ulama itu berkata, "Bertakwalah kepada Allah karena engkau akan mati." Umar berkata, "Tambahkan kepadaku!" Ia berkata, "Tidak ada seorang pun dari nenek moyangmu hingga Adam melainkan telah merasakan kematian. Dan kini tiba giliranmu." Umar pun menangis karenanya.
Umar bin Abdil Aziz rahimahullah biasa mengumpulkan para ulama dan fuqaha' pada setiap malam untuk saling mengingatkan kematian dan Kiamat. Kemudian mereka menangis seolah-olah ada jenazah di tengah-tengah mereka.
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=226
Umar bin Abdil Aziz rahimahullah berkata kepada seorang ulama, "Berilah nasihat kepadaku!" Ulama itu berkata, "Bertakwalah kepada Allah karena engkau akan mati." Umar berkata, "Tambahkan kepadaku!" Ia berkata, "Tidak ada seorang pun dari nenek moyangmu hingga Adam melainkan telah merasakan kematian. Dan kini tiba giliranmu." Umar pun menangis karenanya.
Umar bin Abdil Aziz rahimahullah biasa mengumpulkan para ulama dan fuqaha' pada setiap malam untuk saling mengingatkan kematian dan Kiamat. Kemudian mereka menangis seolah-olah ada jenazah di tengah-tengah mereka.
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=226
Labels:
Dzikrul Maut
Burulah Kematian
Untukmu Perindu Akhirat
Kholid bin Al Walid berkata, “Burulah kematian, niscaya engkau akan diberi kehidupan.” (Madkhal ila Qiyadah Islamiyah, Abu Jarhan : 8).
Silakan baca sumber lengkapnya di sini:
http://www.oaseimani.com/burulah-kematian.html
Kholid bin Al Walid berkata, “Burulah kematian, niscaya engkau akan diberi kehidupan.” (Madkhal ila Qiyadah Islamiyah, Abu Jarhan : 8).
Silakan baca sumber lengkapnya di sini:
http://www.oaseimani.com/burulah-kematian.html
Labels:
Dzikrul Maut
Malik Kelak Juga Seperti Ini
Untukmu Perindu Akhirat
Abdullah bin Marzuq berkata, Telah sampai kepadaku bahwa pada suatu hari Malik bin Dinar memasuki kuburan, di mana ada lelaki yang sedang dikubur. Beliau mendatangi hingga berdiri di atas kuburan. Beliau melihat lelaki yang sedang dikubur itu, lalu beliau berkata, “Malik kelak juga akan seperti ini. Tidak ada sesuatupun yang dijadikan bantal dalam kuburnya.” Beliau berulang-ulang mengatakan, “Besok Malik juga seperti ini” sehingga beliau pingsan di pinggir kuburan. Manusia membawanya pulang ke rumahnya dalam keadaan pingsan. (Shifatu ash Shafwah).
Silakan baca sumber lengkapnya di sini:
http://www.oaseimani.com/malik-kelak-juga-seperti-ini.html
Abdullah bin Marzuq berkata, Telah sampai kepadaku bahwa pada suatu hari Malik bin Dinar memasuki kuburan, di mana ada lelaki yang sedang dikubur. Beliau mendatangi hingga berdiri di atas kuburan. Beliau melihat lelaki yang sedang dikubur itu, lalu beliau berkata, “Malik kelak juga akan seperti ini. Tidak ada sesuatupun yang dijadikan bantal dalam kuburnya.” Beliau berulang-ulang mengatakan, “Besok Malik juga seperti ini” sehingga beliau pingsan di pinggir kuburan. Manusia membawanya pulang ke rumahnya dalam keadaan pingsan. (Shifatu ash Shafwah).
Silakan baca sumber lengkapnya di sini:
http://www.oaseimani.com/malik-kelak-juga-seperti-ini.html
Labels:
Dzikrul Maut
Rabu, 15 Desember 2010
Mengingat Kematian
Untukmu Perindu Akhirat
Seorang penyair berkata:
Wahai orang yang sibuk dengan dunianya
Dan termangu dengan angan-angan panjang
Kematian datang menjemput secara tiba-tiba
Dan kubur adalah wadah bagi kumpulan amal
Sumber:
www.islamhouse.com (Siksa Kubur & Kenikmatannya)
Seorang penyair berkata:
Wahai orang yang sibuk dengan dunianya
Dan termangu dengan angan-angan panjang
Kematian datang menjemput secara tiba-tiba
Dan kubur adalah wadah bagi kumpulan amal
Sumber:
www.islamhouse.com (Siksa Kubur & Kenikmatannya)
Labels:
Dzikrul Maut
Selasa, 14 Desember 2010
Ingatlah Kematian
Untukmu Perindu Akhirat
Alangkah indahkan orang yang berkata:
Ingatlah kematian yang meruntuhkan kenikmatan
Dan persiapkan untuk kematian yang pasti akan tiba
Yang lain berkata:
Dan ingatlah kematian niscaya engkau mendapatkan ketenangan
Dalam mengingat kematian memutuskan angan-angan.
Sumber:
www.islamhouse.com (Mengingat Kematian & Menyiapkan Diri Untuk Menghadapinya)
Alangkah indahkan orang yang berkata:
Ingatlah kematian yang meruntuhkan kenikmatan
Dan persiapkan untuk kematian yang pasti akan tiba
Yang lain berkata:
Dan ingatlah kematian niscaya engkau mendapatkan ketenangan
Dalam mengingat kematian memutuskan angan-angan.
Sumber:
www.islamhouse.com (Mengingat Kematian & Menyiapkan Diri Untuk Menghadapinya)
Labels:
Dzikrul Maut
Melihat Kematian
Untukmu Perindu Akhirat
Diriwayatkan bahwa al-Hasan al-Bashri menengok orang sakit, ternyata dia sedang sakaratul maut, lalu ia memperhatikan kesusahannya dan beratnya yang dialaminya. Lalu ia pulang kepada keluarganya dengan raut muka yang berbeda saat ia keluar rumah meninggalkan mereka, maka mereka bertanya kepadanya: 'Apakah engkau ingin makan semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberi rahmat kepadamu.' Ia menjawab, 'Wahai keluargaku, ambilah makanan dan minumanmu, demi Allah, sesungguhnya aku telah melihat kematian, aku akan terus beribadah hingga bertemu dengan-Nya.'
Sumber:
www.islamhouse.com (Mengingat Kematian & Zuhud Terhadap Dunia)
Diriwayatkan bahwa al-Hasan al-Bashri menengok orang sakit, ternyata dia sedang sakaratul maut, lalu ia memperhatikan kesusahannya dan beratnya yang dialaminya. Lalu ia pulang kepada keluarganya dengan raut muka yang berbeda saat ia keluar rumah meninggalkan mereka, maka mereka bertanya kepadanya: 'Apakah engkau ingin makan semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberi rahmat kepadamu.' Ia menjawab, 'Wahai keluargaku, ambilah makanan dan minumanmu, demi Allah, sesungguhnya aku telah melihat kematian, aku akan terus beribadah hingga bertemu dengan-Nya.'
Sumber:
www.islamhouse.com (Mengingat Kematian & Zuhud Terhadap Dunia)
Labels:
Dzikrul Maut
Wahai Jiwa!
Wahai jiwa, bersiaplah dengan perbekalan yang engkau mampu
Wahai jiwa, sebelum (datangnya) kematian, engkau tidak diciptakan dengan sia-sia
Waspadalah dari terjatuh pada kehinaan dan merendah dirilah
Pintu Allah, berapa banyak Dia Memberi petunjuk dan Memaafkan
Takutlah dengan berbagai gejolak kehidupan
Sadarlah, jangan menjadi seperti orang yang terjatuh
Dalam jurang kehinaan …
Sumber:
www.islamhouse.com (Muhasabah)
Wahai jiwa, sebelum (datangnya) kematian, engkau tidak diciptakan dengan sia-sia
Waspadalah dari terjatuh pada kehinaan dan merendah dirilah
Pintu Allah, berapa banyak Dia Memberi petunjuk dan Memaafkan
Takutlah dengan berbagai gejolak kehidupan
Sadarlah, jangan menjadi seperti orang yang terjatuh
Dalam jurang kehinaan …
Sumber:
www.islamhouse.com (Muhasabah)
Labels:
Dzikrul Maut
Langganan:
Postingan (Atom)