Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :
حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ قَالَ حَدَّثَنِي بُشَيْرُ بْنُ كَعْبٍ الْعَدَوِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي شَدَّادُ بْنُ أَوْسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُولَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ قَالَ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
Abu Ma’mar menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdul Warits menuturkan kepada kami. Dia berkata; al-Husain menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdullah bin Buraidah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Busyair bin Ka’ab al-’Adawi menuturkan kepada kami. Dia berkata; Syaddad bin Aus radhiyallahu’anhu menuturkan kepadaku dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Penghulu istighfar adalah kamu mengucapkan (doa); ‘Allahumma anta Rabbi, laa ilaaha illa anta, khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’uudzu bika min syarri maa shana’tu, abuu’u laka bi ni’matika ‘alayya, wa abuu’u laka bi dzanbi, faghfirlii, fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta’ (Ya Allah, engkaulah Rabbku. Tiada sesembahan yang haq selain Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku di atas ikatan perjanjian-Mu, dan aku akan berusaha mendapatkan janji [surga]-Mu sekuat kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan perbuatanku. Aku akui kepada-Mu nikmat-nikmat yang Kau berikan kepadaku, dan aku juga mengakui dosa-dosaku kepada-Mu. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau).” Nabi bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan terhadapnya kemudian mati pada hari itu sebelum waktu sore tiba maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan terhadapnya kemudian dia mati sebelum waktu pagi tiba maka dia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari dalam Kitab ad-Da’awat, bab afdhalul istighfar).
http://abumushlih.com/mohon-ampunlah-kepada-nya.html/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar