Pages

Kamis, 12 Agustus 2010

Sifat Wara' Abdullah Bin Umar Radhiyallahu 'anhu

Thawus (seorang tabi'in) berkata: Aku tidak pernah bertemu seorang lelakipun yang lebih wara dari pada Ibnu Umar. [Al-Wara oleh al-Marwazi halaman 69]

Nafi berkata: Ketika Ibnu Umar mendengar suara seruling, dia menutup telinganya dengan kedua jarinya sambil menjauh dari jalan. Kemudian berkata: "Wahai Nafi', apakah engkau masih mendengar sesuatu?" "Tidak" Jawabku. Diapun melepaskan jarinya dari telinganya sambil berkata: "Kami dahulu bersama Nabi, lalu terdengar suara seperti tadi, beginilah yang dilakukan Nabi." [Dikeluarkan oleh Abu Dawud dalam kitab: al-Adab, bab: Dibencinya musik dan seruling no.4924 dan diriwayatkan pula oleh selainnya].

Masih dari Nafi': Tidaklah Ibnu Umar takjub kepada sesuatu melainkan ia kemudian menyedekahkan hartanya lillah (untuk Allah). Bahkan terkadang bersedekah pada satu majelis dengan 30,000 dirham. Pernah Ibnu Umar memberi seorang budak yang bernama Ibnu Amir sebesar 30,000 dirham dan berkata: "Wahai Naafi', aku khawatir tergoda oleh dirham Ibnu Amir. Pergilah (kepadanya dan katakan), 'Engkau telah dibebaskan (dari perbudakan).'

Dari Qaza'ah katanya: "Aku melihat Ibnu Umar memiliki baju yang berbahan kaku. Maka akupun menawarkan kepadanya pakaian yang berbahan lunak: "Aku bawakan untukmu pakaian yang berbahan lunak yang dibuat di Khurasan agar aku enak memandangmu" "Perlihatkan kepadaku! Pinta Ibnu Umar.
Ibnu Umar meremas kain itu seraya bertanya: "Apakah ini sutra?" "Tidak, ia terbuat dari katun." Jelasku. Ibnu Umar bekata: "Aku khawatir jika mengenakannya akan menjadikanku sombong dan tinggi hati, seraya membaca firman Allah (yang artinya): "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri" (QS.an-Nisaa: 36). [Siyar A'lam an-Nubala III/233].

Sumber:
Sifat Wara’ Mutiara Kisah Salaf Dalam Berinteraksi Dengan Pekara Syubhat Dan Haram
http://www.islamhouse.com/p/312022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar