Dari Qaza'ah ia berkata: Aku melihat Ibnu Umar memiliki baju yang berbahan kaku. Maka akupun menawarkan kepadanya pakaian yang berbahan lunak: "Aku bawakan untukmu pakaian yang berbahan lunak yang dibuat di Khurasan agar aku enak memandangmu." "Perlihatkan kepadaku!" Pinta Ibnu Umar. Ibnu Umar meremas kain itu seraya bertanya: "Apakah ini sutra?" "Tidak, ia terbuat dari katun." Jelasku. Ibnu Umar bekata: "Aku khawatir jika mengenakannya akan menjadikanku sombong dan tinggi hati, seraya membaca firman Allah (artinya):
"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri" (QS.an-Nisaa: 36).
Al-Hafidz ad-Zahabi -semoga Allah merahmatinya- mengomentari:
"Setiap pakaian yang bila dikenakan akan menjadikan sombong dan tinggi hati dianjurkan untuk ditinggalkan, sekalipun tidak terbuat dari sutra atau emas. Kami pernah mendapati seorang anak muda mengenakan pakaian blus lengan panjang yang terbuat dari bulu seharga lebih dari 400 dirham. Kesombongan dan bangga diri dalam hal ini jelas sekali. Jika engkau nasehati dan menegurnya dia akan membantah, 'Aku tidak sombong dan bangga diri.' Padahal Ibnu Umar (putra penguasa) khawatir akan hal itu dari dirinya." (Siyar A'lam an-Nubala III/233)
Sumber: www.islamhouse.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar