Ibnu Jauzi rahimahullah berkata: “Ketahuilah, musibah terbesar adalah merasa aman setelah melakukan dosa. Padahal sangsi itu tidak diturunkan secara langsung. Dan siksa terbesar bagi seseorang adalah jika ia tidak dapat menyadari dosa-dosanya, tercerabutnya nilai-nilai agama darinya, kerasnya hati, dan salah memilih amal untuk kepentingan jiwanya. Dan buah dari itu semua adalah sehat jasmani dan cita-citanya tercapai, akan tetapi hatinya keras dan sakit.
Sebagai contoh, sebagian orang tidak mendapat taufik sehingga tidak menjalankan shalat shubuh dalam rentang waktu yang lama. Atau ia teledor dalam mentaati kedua orang tuanya, sehingga engkau mendapatinya sebagai orang yang paling durhaka kepada keduanya. Atau engkau melihatnya senantiasa berbuat maksiat atau bahkan telah akrab dengannya, akan tetapi ia tidak juga merasa sakit dan atau terluka parah karena dosa-dosa itu.” [Lihat buku ‘Wahatul Imah’ karya Abdul Hamid al-Bilal]
Sumber:
“Kiat Melembutkan Hati & Menangis Karena ALLAH”, Halaman 33-34, Pustaka at-Tibyan
http://alqiyamah.wordpress.com/2010/09/17/berapa-banyak-maksiat-telah-aku-perbuat-namun-engkau-tak-kunjung-menimpakan-sanksi-padaku/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar