Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata:
“Tidaklah seorang hamba meyakini surga dan neraka dengan keyakinan yang sebenar-benarnya melainkan (pasti menjadi) khusyu’, kurus-layu, istiqamah, dan sederhana hingga datang maut menjemputnya.”
“Wahai anak Adam, sesungguhnya di antara (tanda) lemahnya keyakinanmu adalah engkau lebih percaya dengan apa yang berada di tanganmu daripada apa yang berada di tangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.”
(Mawa’izh Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 77-78)
Sumber:
http://www.majalahsyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=422
Tidak ada komentar:
Posting Komentar