Adalah Rabi’ bin Khutsaim, tabi’in yang selalu mengisi malamnya dengan qiyam dan menangisi dosa-dosanya hingga membuat ibunya iba karena tak kuasa melihat buah hatinya yang menangis di sepanjang malamnya. Kata ibunya, “Wahai anakku, adakah engkau membunuh seseorang sehingga engkau menangis seperti ini. Biarlah aku meminta maaf kepadanya dan ia pasti memaafkanmu bila melihatmu menderita seperti ini.” “Ibu, ya aku telah membunuh diriku sendiri dengan lumuran dosa-dosaku.” Jawab Rabi’ kepada ibunya. Begitulah keadaan tabi’in agung ini setiap malamnya. Keikhlasan beliau tampak karena ia tidak pernah shalat sunnah di masjid kecuali hanya sekali sepanjang hayatnya.
Silakan baca sumber lengkapnya di sini:
http://www.oaseimani.com/al-qashashu-junudullah.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar