Dari Abdullah bin Dinar berkata : Saya pergi bersama Ibnu Umar ke Makkah, di tengah perjalanan, kami berhenti sebentar untuk untuk istirahat. Tiba-tiba ada seorang anak gembala turun dari bukit menuju ke arah kami, Ibnu Umar bertanya kepadanya, "Apakah kamu penggembala?" "Ya." Jawabnya. Lanjut Ibnu Umar lagi, "Juallah kepada saya seokor kambing saja." (Ibnu Umar ingin mengetahui kejujurannya). Anak gembala itu menjawab, "Saya bukan pemilik kambing-kambing ini, saya hanyalah hamba sahaya." "Katakan saja pada tuanmu, bahwa ia dimakan srigala." Ibnu Umar membujuk. "Lalu di manakah Allah Azza wa-Jalla?" Jawab penggembala mantap. (Ibnu Umar bangga dengan jawaban penggembala) dan berguman, "Ya, benar di manakah Allah?" Kemudian beliau menangis dan dibelinya hamba sahaya tadi lalu dimerdekakan. (Thabrani, rijalnya Tsiqah. III/216)
Dapatkan faidah ilmu lebih banyak dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000
http://tawashou.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=59:aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-1&catid=36:adab-a-akhlak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar