Allah subhanahu wa ta'ala berfirman yang artinya,
"Allah menganugerahkan hikmah (kefahaman yang mendalam terhadap Al-Qur’an dan As-sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah tersebut, ia benar-benar telah diangerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran." (Al-Baqarah: 269)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
"Sesungguhnya dalam kefasihan (keindahan kata-kata) itu mengandung sihir (daya pesona)." [HR. Al-Bukhari, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi dari hadits Abdullah bin Umar, dan Muslim juga meriwayatkannya dari Ammar]
Shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu telah berkata,
"Perkataan orang bijak penghidup hati
Bak hujan lebat menyirami bumi
Perkataan orang bijak penerang kegelapan
Dan diamnya pun penuh kebijaksanaan
Hidupnya orang bijak seperti menara cahaya
Laksana cahaya siang menerangi kegelapan."
[Akhlaq Al-Ulama, Abu Bakar Al-Ajiri, meninggal pada tahun 360 H]
Luqmanul Hakim dalam salah satu kata hikmahnya menuturkan kepada kita, "Sesungguhnya hikmah itu dapat menghidupkan hati yang mati, sebagaimana air hujan dapat menghidupkan bumi yang gersang."
Dapatkan faidah ilmu lebih lengkap dengan membaca langsung dari sumbernya di sini:
Mi’atani Hikmah Min Hikam ash-Shahabah wa ash-Shalihin, Amin Muhammad Jamaluddin
[200 Mutiara Hikmah Para Sahabat & Orang-Orang Saleh]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar