Ar-Rabi’ bin Khutsaim rahimahullah, salah seorang tabi’in mulia, berita tentang rasa takutnya kepada Allah begitu banyak, di antaranya adalah kisah yang diceritakan oleh sahabatnya, “Suatu hari kami pergi menyertai Abdullah bin Mas’ud ke suatu tempat bersama ar-Rabi’ bin Khutsaim. Tatkala berjalan kami sampai di tepi sungai Eufrat kami melewati suatu perapian besar tempat membakar batu bata. Apinya menyala berkobar-kobar, terbayang akan kengeriannya, semburan apinya menjilat dengan dahsyatnya, gemuruh suara percikan apinya dan gemertak batu bata yang sudah dimasukkan ke dalamnya. Ketika melihat pemandangan itu, ar-Rabi’ terpaku di tempatnya, tubuhnya gemetar dengan hebatnya lalu beliau membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala:
(( إِذَا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًا ))
“Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan kobaran nyala apinya. Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan.” [QS. Al-Furqan [25]: 12-13] Hingga akhirnya beliau pingsan. Kami merawatnya hingga sadar kembali lalu membawanya pulang ke rumahnya.” [Mereka adalah Para Tabi’in (halaman 60-61)]
Silakan membaca langsung dari sumbernya di sini:
http://thaybah.or.id/tazkiyatun-nufus/tiga-alasan-mengapa-harus-belajar-ilmu-syar%E2%80%99i.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar